Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda

Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda

Pagi hari tadi, bertempat di PG dan TKIT Permata Bunda Jakarta telah dilaksanakan kegiatan membacakan buku bersama yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya. Beberapa orangtua hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berdurasi satu jam ini.

Gernas Baku, merupakan singkatan dari Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku. Sebenarnya gerakan ini sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2018, namun baru tahun ini dilakukan serentak secara nasional. Apa sih sebenarnya Gernas Baku? Yaitu sebuah gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat. Kenapa gerakan ini begitu penting sampai pemerintah harus ikut campur tangan? Menjadi penting, bila kita melihat hasil survey penilaian siswa pada Programme for International Student Assessment (PISA) di tahun 2015. Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 72 negara dalam hal minat membaca. Diperparah lagi dengan hasil survey yang dilakukan oleh BPS di tahun yang sama. Yaitu anak usia sekolah lebih suka menonton televisi dibandingkan dengan membaca buku, dengan perbandingan 91,47% banding 13,11%.

Tentu saja kenyataan tersebut sangat memprihatinkan, sehingga membutuhkan upaya dari semua pihak untuk memperbaiki. Karenanya pemerintah mendorong kepada para pendidik dan orangtua agar mulai membiasakan anak-anak untuk membaca buku. Memang upaya ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun dengan adanya Gernas Baku diharapkan bisa membuka wacana dan mendapatkan perhatian tersendiri dari para orangtua. Untuk ikut serta dalam menumbuhkan minat membaca pada anak-anaknya. Upaya dan usaha ekstra memang harus dilakukan oleh orangtua mengingat begitu besarnya manfaat yang akan didapat oleh anak. Di mana kemampuan membaca akan mengantarkan anak menuju kesuksesannya di kemudian hari.

Sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan gerakan nasional yang sudah dicanangkan pemerintah ini, SIT Permata Bunda pun meminta kesediaan para orang tua hadir pada acara Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda di hari Senin, 29 Juli 2019. Pada pukul 07.45 pagi , suara salam yang diucapkan Bunda Upit menandai dimulainya kegiatan Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda, yang bertema “Wujudkan Anak Cerdas, Berwawasan, dan Berkarakter.” Penampilan senam dan pembacaan surat Al-Fatihah dan An-Naas oleh siswa TK B mengawali rangkaian acara. Untuk menambah semangat dan menggugah nasionalisme, para siswa dan orangtua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Barulah acara inti berlangsung, yaitu orangtua diberikan kesempatan untuk membacakan buku kepada anaknya masing-masing. Kegiatan membacakan buku ini diberikan waktu selama 15 menit, anak bebas memilih buku yang akan dibacakan oleh orangtuanya.

Posisi, gaya, dan tempat juga bebas dipilih menyesuaikan dengan kenyamanan anak dan orangtua saat membaca dan dibacakan buku. Pada Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda, ada orangtua yang malu-malu membacakan untuk anaknya ada pula yang sudah begitu lancar membacakan buku kepada anaknya. Dari sini bisa terlihat kebiasaan yang terbentuk di rumah masing-masing. Apakah memang orangtua suka membacakan buku untuk anaknya atau tidak? Jangan khawatir bagi anda yang merasa selama ini belum pernah membacakan buku untuk anak. Bisa dimulai hari ini, pilih waktu yang nyaman untuk anda dan anak. Biasanya sih yang paling nyaman dan disarankan saat menjelang anak tidur. Orangtua sudah santai, tidak ada yang harus dikerjakan lagi di dapur ataupun di rumah secara keseluruhan. Anak pun sudah tidak terlalu banyak aktivitasnya, baik untuk bermain maupun belajar. Cukup satu buku dengan jumlah halaman yang sedikit untuk dibacakan sebagai awalan. Setelah terbiasa barulah bisa ditingkatkan jumlah buku dan jenisnya.

Diharapkan kegiatan membacakan buku kepada anak akan terus dilakukan oleh orangtua kepada anaknya di rumah. Tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan sesaat saja pada Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda. Dengan begitu akan membiasakan orangtua membaca buku bersama anak, mempererat hubungan sosial-emosi antara anak dengan orangtua, dan menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini. Dari pantauan kami kegiatan ini lebih banyak dihadiri oleh para bunda dibandingkan para ayah, padahal tugas mendidik anak adalah tugas kedua orangtua. Berperasangka baik, mungkin para ayah sedang sibuk dengan urusan kantornya yang tidak dapat ditinggalkan. Apresiasi kami ucapkan sebesarnya kepada tiga orang ayah yang menyempatkan hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian acara Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda Jakarta yang pertama kalinya diselenggarakan. Tidak lupa pula kami, mengucapkan terima kasih atas kehadiran ayah dan bunda yang telah meluangkan waktunya selama 1 jam untuk ikut serta dalam membacakan buku kepada anaknya di sekolah.

Yeay, Hari Pertama Masuk Sekolah di SIT Permata Bunda, Senangnya

Yeay, Hari Pertama Masuk Sekolah di SIT Permata Bunda, Senangnya

Liburan telah usai, ke mana sajakah ananda mengisi liburan kemarin? Bolehlah nanti kita bertukar cerita ya 😊. Bagaimana persiapan untuk kembali ke sekolah? Apakah beli buku, alat tulis, tas, sepatu, seragam? Wah, semuanya baru ya. Senangnya kalau bisa mendapatkan semuanya yang baru. Tapi jangan bersedih dan kecewa ya kalau ananda tidak dibelikan yang baru. Tidak perlu semuanya baru untuk sekolah, asalkan masih bisa dipergunakan itu sudah cukup. Yang harus baru dan wajib dimiliki adalah semangat untuk belajar dan menuntut ilmu.

Senin, tanggal 15 Juli 2019 tahun pelajaran baru 2019/2020 sudah dimulai. Kami para guru menyambut dengan suka cita kedatangan seluruh siswa di SIT Permata Bunda baik di Jakarta maupun di Bogor. Mulai dari Kepala Sekolah hingga guru-guru siap untuk menyambut para siswa dan orangtua yang mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah. Sebagai sarana untuk mendekatkan dan memperkenalkan diri kepada siswa yang masih baru dan orangtuanya. Karena kami menyadari bahwa sesuatu yang baru pastilah butuh penyesuaian terlebih dulu.

Yeay, Hari Pertama Masuk Sekolah di SIT Permata Bunda, Senangnya

Dengan diantar ayah bunda atau salah satunya, para siswa datang satu demi satu, dengan semangat baru untuk belajar di sekolah. Yeay, hari pertama masuk sekolah di SIT Permata Bunda, senangnya. Terlihat wajah-wajah ceria yang penuh semangat mulai memasuki halaman sekolah. Ada pula yang masih malu-malu, karena masih baru berada di lingkungan sekolah yang juga baru. Mereka adalah siswa playgroup, taman kanak-kanak, dan kelas 1. Insya Allah, mereka akan nyaman berada di lingkungan yang baru. Tentunya tidak lepas dari bantuan teman-teman, kakak kelas, dan para guru. Langkah awal siswa lama maupun siswa baru di sekolah, semua bersemangat menggenggam harapan untuk menuntut ilmu.

SIT Permata Bunda memiliki kebijakan dan pembelajaran, yaitu orangtua mengantar hanya diperbolehkan sampai batas pagar sekolah. Mulai dari tingkat playgroup hingga sekolah dasar, tidak boleh orang tua menunggui anaknya di sekolah. Pembelajaran ini dilakukan dengan tujuan supaya membiasakan siswa mandiri. Tapi khusus hari pertama masuk sekolah di SIT Permata Bunda ada pengecualian sedikit. Bagi beberapa siswa yang butuh untuk ditemani hingga ke halaman sekolah. Tentu saja ini berlaku bagi siswa playgroup, taman kanak-kanak, dan kelas 1. Yang masih butuh untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru.

Apresiasi kami berikan kepada Ayah dan Bunda, yang sudah menyiapkan dan menyediakan waktunya untuk mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah di SIT Permata Bunda. Anak-anak pasti bangga dan lebih semangat untuk berangkat ke sekolah dengan diantar ayah dan bundanya. Kesempatan ini pasti akan selalu diingat oleh anak dan akan menjadi motivasi yang kuat bagi anak. Selain itu kesempatan mengantar anak di hari pertama masuk sekolah dapat dipergunakan oleh orangtua untuk berinteraksi dengan semua warga sekolah. Membangun hubungan positif antara anak, orangtua, dan para guru sangat diperlukan dalam mendidik generasi. Karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak, jadi orangtua juga perlu tahu, peduli, dan bisa bekerja sama. Untuk beriringan mengawal perjalanan panjang anak-anak kita dalam menggapai cita-cita.

Selamat belajar teman-teman 😊

Perpisahan dan Kebersamaan dalam Kemah di Lembah Gunung Salak

Perpisahan dan Kebersamaan dalam Kemah di Lembah Gunung Salak

Gaya dulu di depan air terjun

Ujian telah usai begitupun dengan acara pelepasan sekaligus wisuda bagi siswa SIT Permata Bunda kelas 6 pada tanggal 2 Mei 2019. Sekarang memasuki masa libur sekolah, bagi pelajar sekolah di seluruh Indonesia. Termasuk siswa kelas 6, mereka sudah menyelesaikan tugasnya untuk belajar di tingkat sekolah dasar. Tinggal menunggu waktu masuk sekolah ke tingkat selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama.

Ada pertemuan ada pula perpisahan, yang terakhir ini sangat susah untuk dilakukan. Pasti akan ada rasa kehilangan dan kesedihan. Tapi perpisahan itu merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan, walau berat rasanya. Selama enam tahun bersama dalam menjalani proses belajar di SDIT Permata Bunda. Suka dan duka mengiringi perjalanan bersama teman dan guru dalam menuntut ilmu di sekolah.

Waktu terus berjalan maju, hitungan mundur perpisahan sudah dimulai. Kebersamaan selama enam tahun harus segera diakhiri. Supaya memiliki kenangan di detik-detik terakhir kebersamaan dengan teman-temannya, sebelum berpisah untuk melanjutkan ke sekolah masing-masing. Siswa kelas 6 mengusulkan agar diadakan acara perpisahan. Kami dari pihak sekolah pun berusaha untuk memfasilitasi supaya acara tersebut dapat diwujudkan. Karena kami yakin akan selalu ada pembelajaran di setiap kegiatan yang dilakukan.

Bukan siswa SDIT Permata Bunda kalau tidak punya kreativitas dan semangat tinggi 😊. Bermodal sisa uang kas kelas yang sudah dikumpulkan. Mereka secara mandiri belajar untuk menjadi penyelenggara acara (EO). Diawali dengan pembentukan panitia kecil, menyusun proposal, mencari dana, menyusun acara, dan melakukan survei tempat. Selanjutnya panitia mulai bekerja, untuk mewujudkan acara perpisahan.

Mereka berkeliling untuk mencari dana, dengan mendatangi para orangtua masing-masing. Tidak lupa dari pihak sekolah pun didatangi, untuk mendapatkan tambahan dana. Didampingi oleh bunda Elin dan Bunda Yenni melakukan survei ke beberapa tempat. Alhamdulillah, kekompakan terjalin antara siswa kelas 6, para guru, dan orangtua.

Perpisahan dan Kebersamaan dalam Kemah di Lembah Gunung Salak

Duduk berkeliling di depan tenda

Berkemah, menjadi pilihan untuk acara perpisahan dan kebersamaan siswa kelas 6 tahun ajar 2018/2019. Pada perpisahan dan Kebersamaan dalam Kemah di Lembah Gunung Salak, simpul-simpul kenangan dirajut untuk dibawa dan disimpan di hati. Kelak ketika kerinduan akan teman-teman muncul, kenangan itu bisa dipanggil kembali, sebagai penawar.

Di pagi hari tanggal 27-28 Juni, dengan menggunakan bus dan mobil. Rombongan SDIT Permata Bunda, yang terdiri dari 36 siswa bersama beberapa guru. Serta perwakilan dari orangtua memulai perjalanan menuju Suaka Elang, Cigombong, Bogor. “Mount Salak we are coming”, itu yang terbesit dalam benak kami semua saat mendaki lembah gunung salak.

Dalam setiap kegiatan kemah pasti ada pembelajaran yang bisa diambil. Seperti kerja sama, kebersamaan, tanggung jawab, dan ketergantungan sekaligus penjagaan alam. Dengan alasan itulah, acara perpisahan dikemas dalam bentuk berkemah. Untuk menempa mental dan membentuk karakter para siswa. Supaya menjadi generasi yang tangguh didasari oleh nilai-nilai islam. Agar siap menghadapi tantangan di zaman milenial sekarang ini. Acara perpisahan dengan kemah yang kami beri nama Smart camp ini diagendakan selama 2 hari, dengan detail acara :

1. Pendekatan diri dengan alam melalui ayat-ayat kauniyah. Dimulai dengan membaca ayat-ayat suci Al-quran, dzikir pagi dan petang, sholat berjama’ah, sholat tahajud dan tausiah
2. Night gathering. Kebersamaan di malam hari diisi dengan acara games, ungkapan pesan dan kesan selama 6 tahun perjalanan di sekolah dan pembentukan pengurus alumni yang kami namakan “Alumni 2nd Gen IT Perbun”
3. Tracking ke Curug 7. Dibantu oleh pemandu kami diantar ke curug. Sepanjang perjalanan kami dihamparkan begitu indahnya pemandangan alam. Yang menambah rasa syukur karena berbadan sehat dan memiliki kesempatan untuk menjelajahi dan menikmatinya
4. Berbagi makanan di sekitar perkemahan. Tidak hanya kami yang melakukan kemah saat itu, ada banyak tetangga kemah di sekitar. Kami pun berbagi makanan sekedarnya dengan pendaki lainnya yang juga berkemah.

Alhamdulillah dan terima kasih kami ucapkan, kepada seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam menyukseskan acara. Terharu yang tiada henti kami sampaikan kepada para orangtua siswa yang turut serta, bunda dan pak guru yang mendampingi ananda. Panitia yang luar biasa kompak dan penuh semangat, tidak lupa pula kepada seluruh ananda yang ikut serta menyukseskan acara. Di semua acara yang sukses diselenggarakan, di baliknya pasti ada panitia yang gesit dan sibuk. Karena acara perpisahan tentunya yang jadi panitia siswa kelas 6. Mari kita tengok siapa saja yang menjadi panitia keren dari SDIT Permata Bunda 😎, berikut nama-nama mereka:

Ketua: Inne Fakhira Nur’aini Maizhyda (Fia)
Wakil: Chico Davin Fausta (Davin)
Sekretaris: Salma Cahya Qonita (Salma) dan Nazira Syakirah Omar (Nazira)
Bendahara: Nabila Syafina (Nabila) dan Alysha Zatta Azalia Maulty (Alysha)
Sie. Acara: Farrel Aditya Susanto (Farrel), Najwa Kurnia Putri (Najwa), Shaddam Romero Tjandramulja (Romi), dan Ananda Aida Altis Yasmin (Aida)
Sie. Konsumsi: Aufa Nurcahyo (Aufa), Athallah Farrel Bayanaka (Athalla), Zulaeyka Azzahratusyita (Eta), dan Hanni Sabrina Mahmudatun Nisa (Sabrina)
Sie. Transportasi: Emir Muhammad Fikri (Emir), Sa’id Ramadhan (Sa’id), dan Raphael Syahrum Muharam (Raphael)
Sie. Dana Usaha: Zahwa Sakira (Zahwa), Makfiy Ahmad Hamizan (Makfiy), Raras Nur Aziziyah (Raras)
Sie. Dokumentasi: Nardo Nugraha (Nardo) dan Raisa Danish Irawan (Danish).

Terima kasih untuk seluruh panitia, you are the best team and the good spirit.

Izinkan kami para guru memberi pesan terakhir bagi ananda semua, semoga dapat mempertahankan dan mengamalkan semua ilmu dan kebaikan yang sudah didapatkan di SDIT Permata Bunda. Serta teriring doa agar ananda sukses dalam belajar untuk meraih cita-cita. Last but not least, salam sayang buat kalian semua 😘.