Siswa SIT Permata Bunda Belajar secara Daring

Sehubungan dengan adanya wabah virus korona (COVID 19) yang berawal dari kota Wuhan, Cina dan telah mengambil korban jiwa begitu banyaknya. Bahkan wabah virus korona ini pun sudah masuk ke Indonesia, pun telah mengambil korban manusia meninggal. Tindakan antisipasi  dari pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta pun diambil oleh Gubernur Anies Baswedan. Untuk mengurangi dan mencoba memutus rantai penularan terhadap virus kepada masyarakat. Salah satunya dengan cara meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah selama 2 pekan ke depan. Meminta seluruh siswa untuk tetap berada di dalam rumah, untuk menghindari dari hal yang tidak diinginkan.

Sesuai arahan dari Gubernur DKI Jakarta dan untuk melindungi seluruh siswa SIT Permata Bunda. Maka mulai tanggal 16 sampai 27 Maret 2020, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan. Sebagai gantinya, pihak sekolah memfasilitasi pembelajaran kepada siswa di rumah secara daring. Dengan cara membuat grup di aplikasi whatsapp. Grup dibuat berdasarkan kelas masing-masing dengan penanggung jawabnya adalah masing-masing Wali Kelas. Program pembelajaran jarak jauh melalui grup whatsapp ini efektif mulai berlangsung pada hari Selasa, tanggal 17 Maret 2020.

Walau dipersiapkan dan dilaksanakan secara singkat dan tiba-tiba, kami berharap proses belajar secara daring ini dapat terlaksana dengan baik. Karenanya, membutuhkan kerjasama dari seluruh orangtua untuk membantu proses belajar anak-anak di rumah secara daring. Untuk memperlancar proses belajar secara daring di rumah masing-masing, diharapkan untuk menyediakan ponsel atau komputer yang telah terpasang dengan aplikasi whatsapp. Orangtua tetap dapat memantau proses belajar anak-anak dari ponselnya masing-masing.

Selain melalui grup whatsapp, untuk memfasilitasi siswa SIT Permata Bunda belajar secara daring di rumah. Kami juga telah menyediakan beberapa rekaman video untuk siswa tingkat TK sebagai pembelajaran di rumah. Video pembelajaran tersebut telah kami unggah di situs berbagi nonton video: youtube. Orangtua dapat mengunduhnya atau memutarnya langsung bersama anak. Untuk memperlancar proses belajar, orangtua diharapkan mempersiapkan terlebih dulu bahan-bahan yang dibutuhkan. Apabila dalam hal mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan, orangtua mengalami kesulitan. Sekolah telah menyediakannya dan dapat diambil pada waktu seperti jam sekolah. Selanjutnya dapat memulai berkreasi bersama anak di rumah dengan gembira.

Berikut ini tautan menuju video yang dimaksud:

  1. Membuat bentuk geometri dari stik es krim
  2. Mengenalkan waktu dengan kreasi membuat jam dinding
  3. Membuat kreasi biota laut

Informasi selanjutnya tentang proses belajar dan mengajar di sekolah akan disampaikan kemudian. Sambil menunggu arahan dari Gubernur atau pejabat pemerintahan yang berwenang.

Mari kita berdoa kepada Allah Swt. dan berharap agar, wabah virus korona ini dapat segera ditemukan obatnya. Sehingga kondisi menjadi normal seperti sedia kala. Jangan lupa untuk mulai membudayakan gaya hidup bersih dalam keseharian.

Konser Amal Peduli Palestina bersama Trio Brothers

Desing peluru terdengar tiap saat tanpa ada peringatan terlebih dulu. Orangtua, anak-anak, tua, dan muda berhamburan dari dalam rumah. Berlari mencari tempat aman setelah bom jatuh ke desa. Sedetik kemudian pemandangan berubah menjadi tangis kedukaan. Ketika rumah, sekolah, dan masjid hancur rata dengan tanah. Mayat-mayat bergelimpangan dan korban luka bersimbah darah adalah pemandangan yang jamak dilihat setiap hari. Mesin-mesin dan senjata pembunuh bukan lagi hal tabu. Nyaris dijadikan mainan bagi anak-anak kecil.

Kondisi Perang

Tidak ada orang waras dimanapun yang menghendaki peperangan. Semua manusia secara fitrah ingin kedamaian. Tidak terkecuali para warga Palestina. Mereka yang sampai saat ini terlibat dalam perang, hanya mempertahankan diri. Serta berjuang untuk merebut kemerdekaannya kembali. Dari para penjajah kafir laknatullah zionis israel, yang ingin menguasai tanah suci tempat kiblat pertama umat muslim. Kondisi perang membuat kehidupan warga Palestina jauh dari kedamaian. Sangat sulit ditemui pemandangan anak-anak berlarian, bermain dengan tawa dan canda penuh keceriaan. Mereka terpaksa putus sekolah, akibat gedung sekolah sudah rata dengan tanah.

Dunia internasional dibuat bungkam dengan ketidakberdayaan warga Palestina. Dalam menghadapi penjajahan yang dilakukan oleh zionis israel. Hanya satu dua negara yang masih peduli membantu dan memperjuangkan Palestina merdeka. Namun kepedulian tersebut pun dikalahkan oleh arogansi, sebuah sistem yang haus akan darah dan kekuasaan. Sengaja membuat Palestina ditinggalkan, dengan harapan dapat dilupakan dan dihapus dari peta dunia. Keyakinan bahwa Allah Swt. selalu menolong membuat warga Palestina tetap semangat untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan.

Memberikan Pendidikan

Perang masih berlangsung, kehidupan pun tetap harus dijalani. Harapan untuk masa depan tetap harus ada. Meski kondisi normal sulit untuk didapatkan. Bersyukur masih ada lembaga-lembaga filantropi di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia yang peduli. Akan nasib warga dan masa depan anak-anak Palestina. Termasuk untuk memberikan pendidikan bagi ribuan anak-anak Palestina. Lembaga-lembaga tersebut menghimpun dana dari masyarakat yang ingin membantu. Kemudian disalurkan untuk bantuan pendidikan dan kemanusiaan di Palestina. Memberikan pendidikan menjadi penting, karena dengan ilmu dapat merubah dunia dan masa depan.

Kolaborasi SIT Permata Bunda dan PKPU Human Initiative

Sejalan dengan visi dan misi SIT Permata Bunda mengenai pentingnya pendidikan. Kami menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan oleh lembaga filantropi bernama PKPU Human Initiative. Yang memiliki program khusus dari Indonesia untuk Al-Quds. Salah satunya adalah untuk pembebasan lahan dan pembangunan sekolah Indonesia untuk Palestina. Berlokasi di dekat masjid Al-Quds, Yerusalem, Palestina. Nantinya gedung sekolah tersebut akan didaftarkan di Islamic Waqf, hingga hukum internasional akan melindungi dan mencegah adanya gangguan pihak lain. Dengan begitu, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung dengan baik.

Penampilan Trio Brothers

Konser Amal Peduli Palestina

Pada hari Jumat, tanggal 7 Februari 2020 lalu telah diselenggarakan konser amal peduli Palestina. Dengan tujuan menggugah kepedulian siswa SIT Permata Bunda serta penggalangan dana. Untuk pembangunan sekolah Indonesia, mewujudkan pendidikan bagi anak-anak Palestina. Bertempat di SDIT Permata Bunda, Jakarta, konser menghadirkan Trio Brothers. Tiga kakak beradik Rakha, Sabil, dan Fajar membawakan 9 lagu dengan apik. Membuat para siswa dengan semangat ikut bernyanyi di lapangan sekolah. Bahkan terbawa sampai ke rumah saat bercerita. Hasil dari penggalangan dana dalam konser amal tersebut terkumpul sebesar Rp 30.000.000. Semuanya telah diserah terimakan kepada PKPU Human Initiative.

Jazakumullah Khairan Katsiran, Semoga menjadi amal jariah buat kita semua.

Serah terima dana untuk sekolah Indonesia di Palestina

Wisuda Tahfidz Angkatan ke-4 SDIT Permata Bunda

Wisuda Tahfidz Angkatan ke-4 SDIT Permata Bunda

Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Qs. Al-Qomar:17)

Alhamdulillah, di hari Sabtu, tanggal 14 Desember 2019, di GOR Kecamatan Matraman. Sebanyak 58 wisudawan dari SDIT Permata Bunda telah berhasil diwisuda tahfidz qur’an. Dengan beberapa orang perwakilannya sempat melalui uji publik. Yang diberikan oleh penguji Ustadz Mulyana dan Ustadzah Muspidah. Di hadapan para tamu undangan dan peserta lainnya. Wisuda tahfidz qur’an juz 29 dan juz 30 kali ini merupakan angkatan ke-4. Setelah tiga angkatan sebelumnya berturut-turut telah diwisuda dimulai pada tahun 2016, tahun 2017, dan 2018.

Uji publik kepada salah satu wisudawan

Hafalan sebanyak dua juz Al-Qur’an ini merupakan salah satu program unggulan dari SDIT Permata Bunda. Di mana anak didik harus memiliki hafalan sebanyak 2 juz yang menjadi persyaratan kelulusan. Wisuda tahfidz angkatan ke-4, terdiri dari kelas 4 sebanyak 11 wisudawan dan kelas 5 sebanyak 7 wisudawan yang menyelesaikan hafalan untuk juz 30. Sementara kelas 6 sebanyak 35 wisudawan yang berhasil menyelesaikan hafalan juz 29. Yang spesial di acara wisuda tahfidz angkatan ke-3 SDIT Permata Bunda kemarin adalah adanya 5 wisudawan yang merupakan anak berkebutuhan khusus.

Untuk mengharapkan keberkahan dan kebaikan dari-Nya tilawah Al-Qur’an surat Al-Alaq yang dibawakan oleh ananda Langit Anarghya Mahesa. Membuka acara wisuda tahfidz angkatan ke-4 SDIT Permata Bunda kemarin tepat pada pukul 8 pagi. Lanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dipandu oleh paduan suara dari siswi kelas 4. Dimeriahkan berturut-turut dengan penampilan dari:

  1. Paduan suara yang menyanyikan lagu Assalamu’alaika
  2. Tarian Asmaul Husna yang dibawakan oleh siswa siswi kelas 3
  3. Tilawah surat Al-Fatihah, An-Nabba, dan An-Nas: Kebahagiaan bagi keluarga besar SDIT Permata Bunda, saat 5 siswa berkebutuhan khusus dapat memberikan penampilan yang apik. Membacakan sambungan ayat dari ketiga surat tersebut secara bergantian
  4. Sambutan dari Ustadz Maulana selaku perwakilan dari orangtua siswa
  5. Sambutan dari Kasatlak Dinas Pendidikan Kecamatan Matraman, Bapak Drs. Syamsu Arifin, M.Si.
  6. Sambutan dari Wakil Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda
  7. Murajaah hafalan dari juz 29-30 yang dibawakan oleh peserta wisuda tahfidz.

Sebelum acara puncak, ada kejutan tidak terduga bagi lima orang wisudawan terbaik, dari peserta wisuda tahfidz angkatan ke-4 SDIT Permata Bunda. Pemberian penghargaan itu berupa piala dan uang tunai sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Fitrah Insani.

Akhirnya, acara inti wisuda tahfidz angkatan ke-4 SDIT Permata Bunda. Penyematan selempang tanda wisuda tahfidz juz 29 dan juz 30. Dilakukan bergantian oleh Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda dan Ketua Yayasan Fitrah Insani. Kepada masing-masing wisudawan. Rasa haru biru dan bangga dirasakan oleh para orangtua wisudawan. Saat putra putri mereka menghampiri dan menyematkan mahkota ke kepala. Dengan harapan itu merupakan simbol di dunia, kiranya menjadi nyata di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Nabi Saw. “Siapa yang menghafal Al-Qur’an, mengkaji, dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orangtuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari…” (HR. Al Hakim).

Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda

Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda

Pagi hari tadi, bertempat di PG dan TKIT Permata Bunda Jakarta telah dilaksanakan kegiatan membacakan buku bersama yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya. Beberapa orangtua hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berdurasi satu jam ini.

Gernas Baku, merupakan singkatan dari Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku. Sebenarnya gerakan ini sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2018, namun baru tahun ini dilakukan serentak secara nasional. Apa sih sebenarnya Gernas Baku? Yaitu sebuah gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat. Kenapa gerakan ini begitu penting sampai pemerintah harus ikut campur tangan? Menjadi penting, bila kita melihat hasil survey penilaian siswa pada Programme for International Student Assessment (PISA) di tahun 2015. Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 72 negara dalam hal minat membaca. Diperparah lagi dengan hasil survey yang dilakukan oleh BPS di tahun yang sama. Yaitu anak usia sekolah lebih suka menonton televisi dibandingkan dengan membaca buku, dengan perbandingan 91,47% banding 13,11%.

Tentu saja kenyataan tersebut sangat memprihatinkan, sehingga membutuhkan upaya dari semua pihak untuk memperbaiki. Karenanya pemerintah mendorong kepada para pendidik dan orangtua agar mulai membiasakan anak-anak untuk membaca buku. Memang upaya ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun dengan adanya Gernas Baku diharapkan bisa membuka wacana dan mendapatkan perhatian tersendiri dari para orangtua. Untuk ikut serta dalam menumbuhkan minat membaca pada anak-anaknya. Upaya dan usaha ekstra memang harus dilakukan oleh orangtua mengingat begitu besarnya manfaat yang akan didapat oleh anak. Di mana kemampuan membaca akan mengantarkan anak menuju kesuksesannya di kemudian hari.

Sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan gerakan nasional yang sudah dicanangkan pemerintah ini, SIT Permata Bunda pun meminta kesediaan para orang tua hadir pada acara Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda di hari Senin, 29 Juli 2019. Pada pukul 07.45 pagi , suara salam yang diucapkan Bunda Upit menandai dimulainya kegiatan Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda, yang bertema “Wujudkan Anak Cerdas, Berwawasan, dan Berkarakter.” Penampilan senam dan pembacaan surat Al-Fatihah dan An-Naas oleh siswa TK B mengawali rangkaian acara. Untuk menambah semangat dan menggugah nasionalisme, para siswa dan orangtua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Barulah acara inti berlangsung, yaitu orangtua diberikan kesempatan untuk membacakan buku kepada anaknya masing-masing. Kegiatan membacakan buku ini diberikan waktu selama 15 menit, anak bebas memilih buku yang akan dibacakan oleh orangtuanya.

Posisi, gaya, dan tempat juga bebas dipilih menyesuaikan dengan kenyamanan anak dan orangtua saat membaca dan dibacakan buku. Pada Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda, ada orangtua yang malu-malu membacakan untuk anaknya ada pula yang sudah begitu lancar membacakan buku kepada anaknya. Dari sini bisa terlihat kebiasaan yang terbentuk di rumah masing-masing. Apakah memang orangtua suka membacakan buku untuk anaknya atau tidak? Jangan khawatir bagi anda yang merasa selama ini belum pernah membacakan buku untuk anak. Bisa dimulai hari ini, pilih waktu yang nyaman untuk anda dan anak. Biasanya sih yang paling nyaman dan disarankan saat menjelang anak tidur. Orangtua sudah santai, tidak ada yang harus dikerjakan lagi di dapur ataupun di rumah secara keseluruhan. Anak pun sudah tidak terlalu banyak aktivitasnya, baik untuk bermain maupun belajar. Cukup satu buku dengan jumlah halaman yang sedikit untuk dibacakan sebagai awalan. Setelah terbiasa barulah bisa ditingkatkan jumlah buku dan jenisnya.

Diharapkan kegiatan membacakan buku kepada anak akan terus dilakukan oleh orangtua kepada anaknya di rumah. Tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan sesaat saja pada Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda. Dengan begitu akan membiasakan orangtua membaca buku bersama anak, mempererat hubungan sosial-emosi antara anak dengan orangtua, dan menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini. Dari pantauan kami kegiatan ini lebih banyak dihadiri oleh para bunda dibandingkan para ayah, padahal tugas mendidik anak adalah tugas kedua orangtua. Berperasangka baik, mungkin para ayah sedang sibuk dengan urusan kantornya yang tidak dapat ditinggalkan. Apresiasi kami ucapkan sebesarnya kepada tiga orang ayah yang menyempatkan hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian acara Gernas Baku di PG dan TKIT Permata Bunda Jakarta yang pertama kalinya diselenggarakan. Tidak lupa pula kami, mengucapkan terima kasih atas kehadiran ayah dan bunda yang telah meluangkan waktunya selama 1 jam untuk ikut serta dalam membacakan buku kepada anaknya di sekolah.