Konser Amal Peduli Palestina bersama Trio Brothers

Konser Amal Peduli Palestina bersama Trio Brothers

Desing peluru terdengar tiap saat tanpa ada peringatan terlebih dulu. Orangtua, anak-anak, tua, dan muda berhamburan dari dalam rumah. Berlari mencari tempat aman setelah bom jatuh ke desa. Sedetik kemudian pemandangan berubah menjadi tangis kedukaan. Ketika rumah, sekolah, dan masjid hancur rata dengan tanah. Mayat-mayat bergelimpangan dan korban luka bersimbah darah adalah pemandangan yang jamak dilihat setiap hari. Mesin-mesin dan senjata pembunuh bukan lagi hal tabu. Nyaris dijadikan mainan bagi anak-anak kecil.

Kondisi Perang

Tidak ada orang waras dimanapun yang menghendaki peperangan. Semua manusia secara fitrah ingin kedamaian. Tidak terkecuali para warga Palestina. Mereka yang sampai saat ini terlibat dalam perang, hanya mempertahankan diri. Serta berjuang untuk merebut kemerdekaannya kembali. Dari para penjajah kafir laknatullah zionis israel, yang ingin menguasai tanah suci tempat kiblat pertama umat muslim. Kondisi perang membuat kehidupan warga Palestina jauh dari kedamaian. Sangat sulit ditemui pemandangan anak-anak berlarian, bermain dengan tawa dan canda penuh keceriaan. Mereka terpaksa putus sekolah, akibat gedung sekolah sudah rata dengan tanah.

Dunia internasional dibuat bungkam dengan ketidakberdayaan warga Palestina. Dalam menghadapi penjajahan yang dilakukan oleh zionis israel. Hanya satu dua negara yang masih peduli membantu dan memperjuangkan Palestina merdeka. Namun kepedulian tersebut pun dikalahkan oleh arogansi, sebuah sistem yang haus akan darah dan kekuasaan. Sengaja membuat Palestina ditinggalkan, dengan harapan dapat dilupakan dan dihapus dari peta dunia. Keyakinan bahwa Allah Swt. selalu menolong membuat warga Palestina tetap semangat untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan.

Memberikan Pendidikan

Perang masih berlangsung, kehidupan pun tetap harus dijalani. Harapan untuk masa depan tetap harus ada. Meski kondisi normal sulit untuk didapatkan. Bersyukur masih ada lembaga-lembaga filantropi di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia yang peduli. Akan nasib warga dan masa depan anak-anak Palestina. Termasuk untuk memberikan pendidikan bagi ribuan anak-anak Palestina. Lembaga-lembaga tersebut menghimpun dana dari masyarakat yang ingin membantu. Kemudian disalurkan untuk bantuan pendidikan dan kemanusiaan di Palestina. Memberikan pendidikan menjadi penting, karena dengan ilmu dapat merubah dunia dan masa depan.

Kolaborasi SIT Permata Bunda dan PKPU Human Initiative

Sejalan dengan visi dan misi SIT Permata Bunda mengenai pentingnya pendidikan. Kami menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan oleh lembaga filantropi bernama PKPU Human Initiative. Yang memiliki program khusus dari Indonesia untuk Al-Quds. Salah satunya adalah untuk pembebasan lahan dan pembangunan sekolah Indonesia untuk Palestina. Berlokasi di dekat masjid Al-Quds, Yerusalem, Palestina. Nantinya gedung sekolah tersebut akan didaftarkan di Islamic Waqf, hingga hukum internasional akan melindungi dan mencegah adanya gangguan pihak lain. Dengan begitu, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung dengan baik.

Penampilan Trio Brothers

Konser Amal Peduli Palestina

Pada hari Jumat, tanggal 7 Februari 2020 lalu telah diselenggarakan konser amal peduli Palestina. Dengan tujuan menggugah kepedulian siswa SIT Permata Bunda serta penggalangan dana. Untuk pembangunan sekolah Indonesia, mewujudkan pendidikan bagi anak-anak Palestina. Bertempat di SDIT Permata Bunda, Jakarta, konser menghadirkan Trio Brothers. Tiga kakak beradik Rakha, Sabil, dan Fajar membawakan 9 lagu dengan apik. Membuat para siswa dengan semangat ikut bernyanyi di lapangan sekolah. Bahkan terbawa sampai ke rumah saat bercerita. Hasil dari penggalangan dana dalam konser amal tersebut terkumpul sebesar Rp 30.000.000. Semuanya telah diserah terimakan kepada PKPU Human Initiative.

Jazakumullah Khairan Katsiran, Semoga menjadi amal jariah buat kita semua.

Serah terima dana untuk sekolah Indonesia di Palestina